Daftar Isi Artikel
Spesifikasi Minimum yang Direkomendasikan
Pastikan komputer atau laptop kamu memenuhi spesifikasi berikut ini. Untuk RAM, minimal kamu butuh 4 GB agar mesin virtual dan sistem host bisa berjalan bersamaan tanpa tersendat. Untuk penyimpanan, siapkan ruang kosong minimal 20 GB di hard drive kamu. Untuk prosesor, pastikan fitur virtualisasi sudah diaktifkan di BIOS, biasanya bernama Intel VT-x atau AMD-V.
File yang Perlu Diunduh
Ada dua file penting yang wajib kamu unduh sebelum memulai. Pertama adalah installer VirtualBox, yang bisa kamu dapatkan secara gratis di situs resmi virtualbox.org. Pilih versi yang sesuai dengan sistem operasi host kamu, apakah Windows, macOS, atau Linux. Kedua adalah file ISO Ubuntu Server. Kunjungi ubuntu.com dan unduh versi LTS terbaru, karena versi LTS mendapat dukungan keamanan jangka panjang dan lebih stabil untuk keperluan belajar maupun produksi.
Langkah 1 Install VirtualBox di Komputer Kamu
Setelah file installer VirtualBox berhasil diunduh, jalankan file tersebut dan ikuti wizard instalasinya. Prosesnya sangat standar, kamu hanya perlu klik Next beberapa kali, menyetujui lisensi, dan menentukan lokasi instalasi. Setelah selesai, buka VirtualBox dan pastikan tampilannya muncul tanpa error.
Jika muncul peringatan tentang driver jaringan atau komponen tambahan, biarkan saja VirtualBox menginstalnya. Komponen tersebut diperlukan agar koneksi jaringan mesin virtual bisa berfungsi dengan baik.
Langkah 2 Membuat Mesin Virtual Baru
Ini adalah tahap di mana kamu mulai membangun wadah untuk Ubuntu Server kamu. Ikuti langkah-langkah berikut dengan seksama.
Konfigurasi Dasar Mesin Virtual
Buka VirtualBox, kemudian klik tombol New di bagian atas. Sebuah jendela wizard akan muncul. Isi nama mesin virtual, misalnya Ubuntu-Server. Untuk Type, pilih Linux. Untuk Version, pilih Ubuntu 64-bit.





