Sebaliknya, kalau target pasar kamu adalah konsumen urban yang sudah terbiasa dengan transaksi digital, menonaktifkan COD mungkin tidak akan terlalu berpengaruh pada volume penjualan kamu.
Daftar Isi Artikel
Analisis Data Retur Kamu
Sebelum mengambil keputusan, ada baiknya kamu menganalisis data historis penjualan dan retur kamu. Berapa persen dari total pesanan COD yang berakhir dengan retur? Berapa total kerugian yang sudah kamu tanggung akibat retur COD selama beberapa bulan terakhir?
Kalau angkanya memang signifikan dan terus menggerogoti keuntungan kamu, maka menonaktifkan COD adalah keputusan yang tepat secara finansial. Tapi kalau tingkat returnya masih dalam batas wajar dan kerugiannya tidak terlalu besar, mungkin kamu perlu mempertimbangkan solusi lain terlebih dahulu.
Siapkan Alternatif Metode Pembayaran yang Mudah
Kalau kamu memutuskan untuk menonaktifkan COD, pastikan kamu sudah menyediakan alternatif metode pembayaran yang mudah dan beragam. Dompet digital seperti GoPay, OVO, Dana, dan ShopeePay, kartu kredit dan debit, serta transfer bank adalah pilihan yang perlu kamu aktifkan semua agar pembeli tetap punya banyak pilihan untuk bertransaksi.
Semakin mudah proses pembayaran yang kamu sediakan, semakin kecil kemungkinan pembeli beralih ke toko kompetitor hanya karena kamu tidak menyediakan COD.
Tips Memaksimalkan Penjualan Setelah Menonaktifkan COD
Menonaktifkan COD bukan berarti penjualan kamu akan langsung turun drastis. Ada beberapa strategi yang bisa kamu terapkan untuk mempertahankan bahkan meningkatkan penjualan setelah menerapkan cara mematikan fitur COD di TikTok Seller ini.





