Jualan di TikTok Shop memang seru dan menggiurkan. Platform satu ini punya jangkauan yang luas, algoritma yang gila-gilaan mendorong produk ke audiens yang tepat, dan transaksi yang bisa terjadi dalam hitungan detik setelah konten kamu viral. Tapi di balik semua keseruan itu, ada satu fitur yang sering bikin seller pusing tujuh keliling yaitu COD atau Cash on Delivery.
Kamu mungkin sudah pernah mengalaminya. Paket sampai, kurir menunggu di depan pintu pembeli, tapi si pembeli tiba-tiba tidak ada di rumah, tidak mau bayar, atau malah berpura-pura tidak memesan. Hasilnya? Paket retur, ongkos kirim hangus, dan waktu kamu terbuang sia-sia. Nah, di artikel ini kamu akan menemukan panduan lengkap dan praktis tentang cara mematikan fitur COD di TikTok Shop Seller lengkap.
Daftar Isi Artikel
Kenapa Fitur COD Bisa Jadi Bumerang untuk Seller TikTok Shop
Sebelum masuk ke langkah teknisnya, penting buat kamu memahami dulu kenapa banyak seller memilih untuk menonaktifkan COD. Bukan berarti COD itu jelek, tapi ada beberapa kondisi di mana opsi pembayaran ini justru bisa merugikan bisnis kamu secara signifikan.
Tingkat Retur yang Tinggi Akibat COD
Salah satu masalah terbesar yang dihadapi seller TikTok Shop dengan sistem COD adalah tingkat retur yang tinggi. Pembeli yang menggunakan COD cenderung lebih impulsif dalam berbelanja karena mereka merasa belum mengeluarkan uang ketika memesan. Ketika barang sudah tiba di depan pintu, barulah mereka berpikir dua kali apakah benar-benar ingin membeli produk tersebut.
Kondisi ini tentu sangat berbeda dengan pembeli yang sudah melakukan pembayaran di muka. Mereka pasti akan menerima paket karena uangnya sudah keluar. Sementara pembeli COD punya kesempatan untuk sekadar menolak paket tanpa konsekuensi finansial apapun bagi mereka.
Biaya Logistik yang Membengkak
Setiap kali paket COD diretur, kamu sebagai seller menanggung beban biaya pengiriman bolak-balik. Bayangkan kalau dalam sebulan ada puluhan paket yang diretur, berapa kerugian yang harus kamu tanggung? Belum lagi jika produk kamu termasuk kategori yang mudah rusak atau membutuhkan packaging khusus, kerugian bisa semakin berlipat ganda.





