Daftar Isi Artikel
Langkah-langkah reset BIOS:
- Nyalakan laptop.
- Saat muncul logo, tekan F10, ESC, atau tombol lain sesuai merek laptop untuk masuk ke BIOS.
- Setelah masuk, pilih opsi Load Setup Defaults atau Restore Default.
- Simpan lalu keluar.
Setelah itu, coba nyalakan ulang laptop. Biasanya pesan ESC akan hilang.
3. Cek Urutan Boot di BIOS
Pengaturan boot yang salah sering membuat laptop berhenti di layar awal.
Cara mengatur ulang Boot Order:
- Masuk ke BIOS.
- Cari menu Boot Options.
- Pastikan hard disk atau SSD berada di urutan pertama.
- Simpan dan restart.
Jika urutannya sudah benar, laptop langsung masuk ke Windows tanpa harus melewati pesan ESC.
4. Lepaskan Baterai CMOS
Baterai CMOS berfungsi menyimpan pengaturan BIOS. Jika ada error pada BIOS, melepas baterai CMOS bisa jadi solusi.
Caranya:
- Matikan laptop dan cabut charger.
- Buka casing bawah laptop.
- Lepaskan baterai CMOS selama 3 hingga 5 menit.
- Pasang kembali lalu nyalakan laptop.
Cara ini mengembalikan BIOS ke kondisi normal seperti baru.
5. Cek Hard Disk atau SSD
Jika perangkat penyimpanan rusak, laptop tidak akan bisa membaca sistem operasi.





